Page 309 - Introduction to Islam
P. 309
Tipe Masjid Quba` harus ditiru oleh kita yang memakmurkan
masjid kampus (juga masjid-masjid lainnya). Masjid yang kita
dirikan dan kita bina harus mengacu kepada ketakwaan, yang ciri-
ciri utamanya sebagaimana dijelaslan dalam QS Al-Baqarah/2: 2-
5. Kita harus menghindari masjid dhirār, yang disebut oleh Al-
Quran didirikan oleh orang-orang munafik. Kita perlu mengenali
ciri-ciri orang munafik agar kita dapat menghindari watak-watak
munafik. Ciri-ciri utama orang munafik dijelaskan dalam QS Al-
Baqarah/2: 8-20, yang secara ringkas sebagai berikut.
a. Penjelasan QS Al-Baqarah/2: 8-9
Di antara manusia ada yang mengatakan, "Kami beriman
kepada Allah dan hari akhir," padahal mereka itu sesungguhnya
bukan orang-orang yang beriman. Artinya, mereka „merasa‟
sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir,
padahal di sisi Tuhan mereka tidak beriman sama sekali
(karena mereka menuhankan nafsu dan watak „aku‟-nya).
Mereka hendak menipu Allah dan orang- orang yang
beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedang
mereka tidak sadar. Jadi, bahaya terbesar dari kaum munafik,
mereka bermain-main dengan Tuhan, tetapi tidak
menyadarinya. Mereka merasa benar padahal salah, tetapi
tidak menyadari kesalahannya. Baru sadar atas kesalahannya
setelah azab menghampirinya (ketika merasakan mati – yang
hanya satu kali terjadi – dengan kematian yang sesat (su`ul
khātimah).
b. Penjelasan QS Al-Baqarah/2: 10
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah oleh
Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih
disebabkan mereka berdusta. Penyakit hati yang ada pada
mereka adalah menuruti nafsu dan watak „aku‟-nya, takabur,
dan merasa dirinya lebih baik bahkan dibanding rasul sekalipun.
Persis iblis yang merasa dirinya lebih baik daripada khalifah
(wakil) Tuhan di bumi, yakni para nabi dan rasul-Nya. Pada
zaman ketika nabi / rasul masih di tengah-tengah umat, orang-
orang munafik gengsi untuk berguru kepada nabi / rasul,
karena mereka merasa lebih baik daripada nabi / rasul. Tentu
saja hukum sejarah ini terus berlanjut. Pada zaman ketika
nabi / rasul sudah tidak ada di tengah-tengah umat, mereka
gengsi untuk berguru kepada ulama pewaris nabi. Karena
itulah, mereka lebih mengandalkan kepintarannya sendiri dan
lebih puas dengan temuannya sendiri. Ini berakibat sangat
fatal, penyakit hati yang sudah ada dalam diri
296

