Page 306 - Introduction to Islam
P. 306
orang-orang yang bertakwa disebutkan dalam QS Al-Baqarah/2:
2-5 sebagai berikut.
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang
gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki
yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman
kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-
kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan
adanya (kehidupan) akhirat. Mereka Itulah yang tetap mendapat
petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang- orang yang
beruntung.
Berdasarkan QS Al-Baqarah/2: 2-5 di atas, ciri-ciri utama
orang yang bertakwa ada lima.
a. Ciri pertama, yu`minūna bil ghaibi. Kata yu`minūna berbentuk
fi’il mudhāri’, yang berarti ‟selalu mengimani‟; dan kata al-
ghaibi adalah isim mufrad (singular), bukan jama’ (plural), yang
berarti ‟satu-satunya yang ghaib’, dan menggunakan partikel
‟al‟ (alif-lam) yang berjenis isim ma’rifat (khusus, spesifik),
bukan isim nakirah (umum). Dengan demikian, kalimat
yu`minūna bil-ghaibi harus diartikan ‟selalu mengimani
kepada satu-satunya Zat Yang Al-Ghaib, yakni Tuhan yang
nama-Nya Allah‟. Adapun cara mengimani kepada Zat Yang
Al-Ghaib, yaitu dengan “mengingat-ingat-Nya” atau istilah
populernya berzikir. Ayat Al-Quran yang memerintahkan untuk
selalu berzikir adalah QS Al-A`raf/7: 205 dan QS Ali Imran/3:
190-191.
b. Ciri kedua, wa yuqīmūnash shalāta. Artinya, „Dan selalu
mendirikan salat‟. Rukun Islam kedua ini bisa dijalankan
dengan benar jika ciri pertama ketakwaan telah melekat dalam
diri seseorang. Dalam semua ayat Al-Quran, perintah dan
keutamaan salat selalu menggunakan kata berinfinitif qāma –
293

