Page 312 - Introduction to Islam
P. 312
dengan kelihaian iblis, para nabi / rasul selalu dimusuhi,
sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-An`am/6: 112,
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian
mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-
perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau
Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya,
maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
D. Membangun Argumen tentang Konsep Masjid dan
Fungsi Masjid Kampus dalam Membangun Budaya
Islam
Bagaimanakah membangun masjid yang didasarkan atas takwa
agar terhindar dari tipe masjid dhirār yang justru merusak keimanan dan
memecah belah umat? Direkatkannya kata „takwa‟ dalam
pendirian masjid mengandung implikasi bahwa masjid harus dibangun
dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan para jamaahnya.
Program utama masjid harus diarahkan agar orang-orang
mukmin dapat meningkat menjadi orang-orang yang bertakwa.
Adapun ciri-ciri orang yang bertakwa, sebagaimana dijelaskan dalam
QS Al-Baqarah/2: 2-5 adalah sebagai berikut.
1. Selalu beriman kepada Zat Ilahi Yang Al-Ghaib. Maksudnya, selalu
mengingat-ingat-Nya atau berzikir kepada-Nya, sesuai perintah
Allah dalam QS Al-A`raf/7: 205, Wadzkur rabbaka fī nafsika
tadharru’an wa khīfatan wa dūnal jahri minal qauli bil ghuduwwi wal
āshāli wa lā takun minal ghāfilīna. Artinya, „Dan ingat-ingatlah
Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
dan (cara mengingat-Nya) dengan tidak mengeraskan suara
(melainkan di hati saja), pada waktu pagi dan petang (sepanjang
waktu); dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (tidak
berzikir)‟.
2. Selalu mendirikan salat, yakni mengerjakan salat secara khusyuk;
yaitu berzikir (ingat) pada saat bersalat (selama salat selalu
mengingat Allah), sesuai perintah Allah dalam QS Thaha/20: 14,
299

