Page 322 - Introduction to Islam
P. 322
Gambar 11.2 Pengelolaan penerimaan pajak dalam APBN
A. Menelusuri Konsep dan Fungsi Zakat dalam Pandangan Islam
1. Pengertian dan Fungsi Zakat
Zakat secara bahasa menurut Sayid Sabiq berasal dari kata
“zaka” yang berarti mensucikan. Secara istilah syara’, zakat ialah
suatu nama atau sebutan dari suatu hak Allah Swt yang
dikeluarkan oleh seseorang kepada fakir miskin. Adapun menurut
Sulaiman Rasyid, zakat yaitu kadar harta tertentu yang diberikan
kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat
(Majid, dkk., 2009, hal. 84).
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt memerintahkan agar mengambil
zakat bagi orang-orang yang memiliki harta. Allah Swt berfirman
dalam Al-Qur’an Surat At-taubah [9]:103, yang artinya:
Ambillah shadaqah (zakat) dari sebagian harta mereka, dengan zakat
itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk
mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi
mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
Kata “ambillah” pada permulaan ayat tersebut adalah kalimat
perintah (رمأ لعف) yang ditujukan kepada Rasulullah Saw, dimana
beliau selain sebagai Rasulullah juga sebagai Ulil Amri
(penguasa).
Dari ayat Al-Qur’an di atas dapat dipahami bahwa zakat
merupakan usaha mensucikan diri dari kemungkinan pemiliknya
cinta berlebih-lebihan kepada harta dan dari kemungkinan
memiliki harta kotor yang disebabkan bercampurnya harta yang
bersih dengan harta yang menjadi hak orang lain dengan jalan
309

